jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tujuh kali erupsi dalam kurun waktu sekitar 10 jam, Selasa (16/6).
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi terjadi sejak pukul 00.45 WIB hingga 10.59 WIB dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 400 meter hingga 1.000 meter di atas puncak.
Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.45 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak. Abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke barat daya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian mengatakan letusan tertinggi terjadi saat erupsi ketiga pada pukul 05.21 WIB dan erupsi ketujuh pukul 10.59 WIB.
"Erupsi dengan letusan tertinggi terjadi pada erupsi ketiga pukul 05.21 WIB dan erupsi ketujuh pukul 10.59 WIB dengan tinggi letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak," kata Mukdas dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa (16/6).
Pada erupsi pukul 10.59 WIB, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 153 detik.
Mukdas menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.


















































