Parkir Liar di Jakarta Jadi Ladang Cuan Banyak Pihak, Ini Catatan Penting Untuk DPRD

2 hours ago 13

Parkir Liar di Jakarta Jadi Ladang Cuan Banyak Pihak, Ini Catatan Penting Untuk DPRD

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penertiban parkir-parkir liar (Ilustrasi). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat tata kota Nirwono Joga menilai praktik parkir liar telah berkembang menjadi ladang ekonomi bernilai ratusan miliar hingga triliunan rupiah yang melibatkan banyak pihak, mulai dari juru parkir, kelompok masyarakat, hingga oknum tertentu yang selama ini menikmati keuntungan dari bisnis tersebut.

Menurutnya, operasi penertiban parkir liar dan juru parkir liar yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan efektif menimbulkan efek jera jika hanya mengandalkan razia dan penindakan di lapangan.

"Penilangan, pencabutan pentil, atau razia hanya terapi. Tidak akan membuat jera kalau tidak ada solusi yang menyeluruh dan kepastian sistem yang menggantikannya," kata Nirwono.

Pasalnya, besarnya potensi ekonomi dari sektor parkir menjadi salah satu alasan utama mengapa parkir liar terus bermunculan meski penertiban dilakukan berulang kali.

Dia menyebut sejumlah perhitungan memperkirakan potensi pendapatan parkir di Jakarta mencapai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per tahun.

Aktivitas parkir liar yang tersebar di berbagai titik kota diyakini memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar, meski belum pernah terpetakan secara pasti.

"Kalau kita lihat di mana-mana justru lebih banyak parkir liarnya daripada parkir legalnya. Potensi ini yang menurut saya harus menjadi pertimbangan karena ke depan bisa menjadi salah satu sumber PAD yang cukup besar bagi DKI Jakarta," ujarnya.

Menurut Nirwono, parkir liar telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, penertiban semata tidak akan menyelesaikan persoalan selama sumber pendapatan dari praktik tersebut masih terbuka lebar.

Operasi penertiban parkir liar dan juru parkir liar yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan efektif menimbulkan efek jera.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |