jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pihak Keraton Yogyakarta akhirnya menanggapi video viral di media sosial yang menarasikan dugaan pengusiran pawang hujan Rara Istiati Wulandari atau yang akrab disapa Mbak Rara, saat prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo, Bantul, DIY, Senin (19/1).
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono menegaskan bahwa seluruh rangkaian Hajad Dalem Labuhan sepenuhnya dijalankan oleh internal Abdi Dalem Keraton Yogyakarta.
GKR Condrokirono menjelaskan bahwa meskipun agenda Keraton Yogyakarta seringkali bersifat terbuka untuk umum, terdapat tata aturan ketat yang harus dipatuhi oleh setiap pengunjung.
"Pada dasarnya semua pelaksanaan Hajad Dalem kemarin adalah dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta," ujar putri kedua Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Rabu (21/1).
Ia menambahkan bahwa masyarakat memang diperbolehkan hadir menyaksikan, tetapi wajib menjaga ketenangan dan ketertiban.
Terkait keterlibatan pihak luar dalam acara resmi, GKR Condrokirono menekankan pentingnya prosedur formal.
"Jika ada pihak luar, baik perorangan maupun lembaga, yang akan terlibat dalam agenda keraton, harus ada izin dari Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura," tegasnya.
Insiden ini mencuat setelah potongan video yang memperlihatkan keberadaan Mbak Rara di area prosesi Labuhan beredar luas.


















































