jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengajukan tambahan 100 ribu tabung elpiji 3 kg ke PT Pertamina (Persero).
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang dan setelah Lebaran 2026.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi potensi gangguan distribusi sejak pertengahan bulan. Menurut dia, isu global seperti konflik perang sempat memicu kepanikan di masyarakat.
"Sejak awal kami sudah mengkaji lebih jauh, terutama terkait isu perang dan sebagainya. Di awal sempat terjadi panic buying karena pengaruh pemberitaan," kata Haris, Selasa (24/3).
Kondisi sempat berangsur normal setelah distribusi tambahan dari Pertamina pada 19–20 Maret 2026. Namun, menjelang Lebaran, fenomena panic buying kembali terjadi di sejumlah wilayah.
"Menjelang Lebaran, terjadi lagi panic buying. Ada masyarakat yang membeli dua kali, setelah beli, kemudian beli lagi," ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Probolinggo mengajukan tambahan kuota elpiji sebanyak 100 ribu tabung. Tambahan pasokan itu diharapkan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga H+6 Lebaran.
"Kami sudah mengajukan tambahan 100 ribu tabung elpiji kepada Pertamina. Semoga itu direspons dengan baik untuk memastikan ketersediaan hingga H+6 Lebaran," katanya.
















































