jpnn.com, JAKARTA - PT Heinz ABC Indonesia (ABC Indonesia) berpartisipasi dalam Forum Koordinasi Nasional Pangan Steril Komersial Tahun 2026 bertajuk 'Kiprah Satu Dasawarsa Program Manajemen Risiko: Akselerasi Pertumbuhan Sarana Produksi Pangan Steril Komersial Berdaya Saing'.
Forum tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta. Penyelenggaraan forum juga menjadi bagian dari peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) 2026.
Program Manajemen Risiko (PMR) dicanangkan BPOM sejak 2015 sebagai upaya mendorong kemandirian industri pangan olahan dalam menjalankan tanggung jawab utama terhadap keamanan pangan.
Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan, selama satu dasawarsa, Program Manajemen Risiko (PMR) telah membuktikan bahwa pengawasan internal yang mandiri (self-control) oleh industri mampu menekan risiko keamanan pangan secara signifikan, mulai dari tahap proses pengolahan yang baik (good manufacturing process) hingga pengemasan.
"Keberhasilan program ini tidak lepas dari komitmen para pelaku industri besar yang menjadi motor penggerak dalam menerapkan standar ketat demi memastikan perlindungan konsumen. Kami optimistis, penerapan PMR yang konsisten ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif yang mendongkrak kualitas serta daya saing industri pangan nasional di kancah global," ungkap Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. dalam keterangan resmi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan forum, BPOM bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menyelenggarakan Pameran Edukasi Ekosistem Pangan Steril Komersial.
ABC Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran tersebut untuk berbagi praktik baik terkait penerapan sistem keamanan pangan dan Program Manajemen Risiko di Perusahaan.
Mira Buanawati, General Counsel and Head of Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia, mengatakan keikutsertaan ABC Indonesia dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, mengenai pentingnya pangan steril komersial yang aman dan berkualitas.





















































