jateng.jpnn.com, SEMARANG - Suara musik jalanan, pembacaan puisi, hingga pertunjukan teater mewarnai penutupan rangkaian Bulan Bung Karno 2026 yang digelar DPD Banteng Muda Indonesia (BMI) Jawa Tengah di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, Selasa (30/6) malam.
Selama sepekan, kawasan TBRS menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, budayawan, dan anak muda untuk merefleksikan pemikiran serta perjuangan Presiden pertama RI Ir. Soekarno.
Ketua DPD BMI Jawa Tengah Gilang Dhielafararez mengatakan peringatan Bulan Bung Karno tahun ini dikemas berbeda dengan melibatkan berbagai komunitas seni dan budaya.
Menurut dia, pendekatan tersebut dipilih agar nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat lebih mudah diterima generasi muda.
"Melalui seni dan budaya, kami ingin mengenalkan kembali gagasan-gagasan Bung Karno kepada anak-anak muda. Harapannya, semangat perjuangan beliau tetap hidup dan relevan dengan kondisi saat ini," ujar Gilang dalam keterangannya yang diterima JPNN, Rabu (2/7).
Selain pertunjukan seni, pengunjung juga dapat menikmati pameran lukisan bertema Bung Karno karya Hartono yang digelar sepanjang kegiatan berlangsung.
Sekretaris DPD BMI Jateng Supriyadi menjelaskan karya-karya yang dipamerkan berusaha merekam berbagai sisi perjalanan hidup sang proklamator, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pemikiran kebangsaannya.
Tak hanya itu, acara puncak bertajuk DJAREK (Sepekan Bung Karno Dalam Gerak Suara Sastra) juga menghadirkan panggung musik jalanan yang diisi musisi lokal dengan lagu-lagu bernuansa perjuangan.


















































