jpnn.com, JAKARTA - Beberapa tahun terakhir, pembicaraan mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sering kali diwarnai isu restrukturisasi, beban utang, hingga tantangan tata kelola.
Peran strategis BUMN, khususnya sektor perbankan negara, menjadi perhatian pemerintah.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan kekuatan BUMN tidak hanya diukur dari besarnya aset atau laba.
Namun, juga dari kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Menurut Rosan, kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini mencapai sekitar Rp 1.100 triliun atau setara dengan sekitar 10 persen nilai seluruh perusahaan di Indonesia.
"Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi kehadirannya dalam bentuk layanan keuangan yang dama di segala lapisan," kata Rosan baru-baru ini.
Sejumlah BUMN strategis menunjukkan pertumbuhan laba yang signifikan sepanjang periode April 2025–April 2026.
PT Pupuk Indonesia, misalnya, berhasil meningkatkan laba konsolidasi dari Rp 1,59 triliun menjadi Rp 4,82 triliun.





















































