jatim.jpnn.com, SURABAYA - Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) turun langsung menemui sejumlah tenant melalui kegiatan BOD Visit Tenant.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SIER memperkuat hubungan dengan tenant sekaligus menggali masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan kawasan industri.
Kunjungan diawali dengan pertemuan di PT HM Sampoerna Tbk. Rombongan kemudian berdialog dengan PT Golden Tulip Pratama di Wisma SIER. Agenda dilanjutkan ke PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) dan ditutup di PT Filtrona Manufacturing Indonesia.
Direktur Utama PT SIER Alif Abadi mengatakan kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Menurut dia, pertemuan langsung dengan tenant menjadi kesempatan bagi manajemen untuk mengetahui kebutuhan dan berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis.
“Kami ingin hadir langsung, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan masukan dari tenant. Dari sini kami bisa mengetahui apa yang perlu kami perbaiki dan tingkatkan, sehingga pelayanan SIER ke depan bisa semakin baik dan benar-benar memberikan nilai tambah bagi tenant,” ujar Alif, Selasa (15/9).
Dia menegaskan pengelolaan kawasan industri tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan infrastruktur. SIER juga perlu memahami kebutuhan tenant yang terus berkembang, termasuk berbagai persoalan operasional yang muncul dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
“Tenant bukan sekadar penghuni kawasan atau angka dalam portofolio bisnis. Mereka adalah bagian dari ekosistem yang sama. Ketika tenant dapat beroperasi dengan baik, berkembang, dan memiliki keyakinan untuk terus berinvestasi, kawasan pun ikut bertumbuh,” tutur Alif.
Menurut dia, kualitas pelayanan juga ditentukan oleh komunikasi dan konsistensi dalam menindaklanjuti masukan tenant.


















































