jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi menyebut para pimpinan partai pendukung pemerintah telah bertemu membahas berbagai opsi untuk dituangkan di RUU Pemilu.
Hal demikian dikatakan Dede menyikapi pertemuan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf (AMY) pada Senin (14/7) kemarin.
"Setau saya, memang komunikasi antara ketua-ketua partai sudah terjadi," kata dia menjawab pertanyaan awak media di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9).
Diketahui, satu di antara pembahasan Bahlil dan AMY ialah kesepahaman Golkar dan PKS menerapkan lima persen sebagai ambang batas parlemen atau parlementery treshold.
Dede menyebutkan para pimpinan partai tentu menyampaikan berbagai pandangan terkait RUU Pemilu dalam pertemuan.
Semisal, opsi RUU Pemilu dengan mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan kesepakatan angka ambang batas perlemen.
Menurut Dede, angka empat atau lima persen paling kuat disinggung para pimpinan partai sebagai ambang batas parlemen.
"Saya belum tahu, kalau sudah diputuskan atau belum. Kalau tujuh persen mungkin terlalu tinggi. Empat atau lima persen," lanjutnya.





















































