jakarta.jpnn.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyoroti pentingnya keadilan dalam rekrutmen tenaga kerja, terutama dalam kaitannya dengan tenaga kerja asing (TKA).
“Ketika rekrutmen tenaga kerja tidak adil dan banyak TKA diserap tidak sebanding dengan tenaga kerja lokal, tentu ini merugikan kita. Bahkan, banyak PNBP yang hilang,” ujar Afriansyah dalam diskusi bertema Ketenagakerjaan dan Investasi sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan BACenter beberapa waktu lalu.
Afriansyah menegaskan hilirisasi seharusnya dibangun untuk menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memastikan adanya transfer of knowledge dari TKA.
Dia juga memaparkan sejumlah program strategis Kementerian Ketenagakerjaan, seperti Magang Nasional, Tenaga Kerja Mandiri, Padat Karya, serta penguatan balai pelatihan di 12 provinsi.
Terkait kebijakan UMP, dia menyampaikan bahwa pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan.
“Jangan sampai presiden salah memutuskan. Keputusan harus adil bagi pekerja maupun pengusaha,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/Hilirisasi Riyatno menyampaikan perkembangan investasi dan hilirisasi nasional.
Dia menjelaskan investasi bukan sekadar angka, melainkan juga menyangkut peningkatan kualitas manusia.





.jpeg)













































