jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul melaporkan dampak kerusakan akibat rentetan gempa tektonik yang mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1/2026).
Meski guncangan terasa cukup kuat, BPBD memastikan tidak ada warga yang mengungsi. Berdasarkan data terkini, tercatat dua unit rumah mengalami tembok retak dan satu rumah mengalami kerusakan pada bagian plafon.
Kerusakan rumah warga terpantau di dua wilayah utama, yakni di Kelurahan Srihardono di mana terdapat laporan tembok rumah retak dan di Kelurahan Srigading Kecamatan Sanden yang terdapat plafon rumah runtuh akibat getaran gempa.
Sekretaris BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan bahwa kerusakan tersebut merupakan dampak kumulatif dari gempa bermagnitudo 5,5 yang berpusat di Pacitan pada pagi hari dan gempa magnitudo 4,4 yang mengguncang Bantul pada siang harinya.
"Sampai detik ini belum ada laporan yang menyampaikan bahwasanya dampak gempa itu parah. Hanya sebatas retakan-retakan bangunan rumah dan satu plafon jatuh," ujar Bimo di Bantul, Rabu (28/1/2026).
BPBD Bantul saat ini tengah melakukan asesmen (penilaian) lebih lanjut. Mengingat kerusakan masuk dalam kategori ringan, pemberian bantuan material seperti semen dan kebutuhan lainnya akan disesuaikan dengan urgensi di lapangan.
Untuk mengantisipasi adanya dampak yang belum terdata, BPBD telah menginstruksikan pengerahan sukarelawan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di 75 desa.
Bimo mengatakan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul terus membuka pintu laporan bilamana ditemukan kerusakan bangunan yang lebih signifikan.



















































