Jelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Bahas Kriteria Kepemimpinan PBNU

5 hours ago 16

Selasa, 16 Juni 2026 – 11:36 WIB

Jelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Bahas Kriteria Kepemimpinan PBNU - JPNN.com Jatim

Forum Komunikasi Aktivis NU Jawa Timur menggelar diskusi untuk membahas arah kepemimpinan organisasi memasuki abad kedua NU, Senin (15/6). Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai menghangat. Sejumlah nama muncul sebagai kandidat, yang menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Di tengah dinamika tersebut, Forum Komunikasi Aktivis NU Jawa Timur menggelar diskusi untuk membahas arah kepemimpinan organisasi memasuki abad kedua NU, Senin (15/6).

Forum tersebut diikuti akademisi, pengasuh pesantren, dan aktivis NU dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Tuban, Lamongan, Gresik, Jember, Probolinggo, Malang, Nganjuk, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya.

Diskusi berlangsung dengan membedah berbagai kriteria kepemimpinan, yang dinilai relevan untuk membawa NU menghadapi tantangan organisasi pada masa mendatang.

Para peserta menyoroti pentingnya figur pemimpin yang mampu menjaga tradisi keilmuan, kemandirian organisasi, serta menjawab tantangan zaman.

Tokoh NU Surabaya, Prof. DT KH Muhibbin Zuhri, menilai kepemimpinan NU perlu merujuk pada pesan yang pernah disampaikan KH Ahmad Siddiq pada Muktamar NU di Situbondo tahun 1984. Menurutnya, NU membutuhkan pemimpin yang memiliki tiga karakter utama, yakni alim, abid, dan arif.

"Saya masih ingat, saat itu Kiai Ahmad Siddiq menyampaikan bahwa NU harus dipimpin oleh sosok yang alim, abid, dan arif," kata Muhibbin dalam forum tersebut.

Dia menjelaskan, alim merujuk pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keagamaan yang kuat. Menurutnya, karakter tersebut sangat penting terutama pada posisi Rais Aam sebagai pemegang otoritas keagamaan tertinggi di lingkungan NU.

Jelang Muktamar ke-35, Aktivis NU Jatim bahas kriteria pemimpin PBNU. Figur alim, abid, dan arif dinilai penting mengawal NU di abad kedua.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |