jpnn.com, JAKARTA - Proses perceraian Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi masih bergulir di pengadilan agama Lubuk Pakam.
Kekinian, sidang cerai pasangan suami istri itu bakal memasuki babak akhir.
Namun, ada yang menarik di tengah proses cerai tersebut. Pasalnya, Wardatina Mawa berencana memakai pakaian serba putih pada sidang putusan mendatang. Hal itu ternyata diakuinya sebagai sebuah nazar.
Dia sengaja memilih warna yang sama dengan busana saat memulai pernikahan dulu sebagai penanda sebuah siklus yang telah usai.
"Oh nazar baju? Iya karena ya sesuai kan, jadi sad ending ke penutup. Betul, penutup. Dan awal (pernikahan) pakai baju putih dan akhir penutup pakai baju yang sama juga (warnanya)."
"Warnanya saja sih, kalau model pakaiannya atau gaunnya bedalah pastinya, warnanya saja warna putih," ujar Wardatina Mawa di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, baru baru ini.
Mawa, sapaannya, menyebut bahwa warna putih dipilih sebagai bentuk simbolisme.
Baginya, ini adalah bentuk keikhlasan untuk mengembalikan segala urusan kepada Sang Pencipta.





















































