jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat berakhir gagal total.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan kembali pecahnya konflik bersenjata di wilayah tersebut dalam waktu dekat.
Kegagalan diplomasi tersebut dipandang Ibrahim sebagai sinyal kuat memanasnya hubungan kedua negara di luar dugaan banyak pihak.
Dampak dari kegagalan perundingan ini diprediksi akan langsung mengguncang stabilitas keamanan internasional.
"Di luar dugaan perundingan antara Iran, Amerika yang diprakarsai oleh Pakistan, ya, gagal total. Artinya apa? Bahwa perang kemungkinan besar akan kembali berkecamuk," ujar Ibrahim melalui pesan suara kepada awak media, Senin (13/4).
Merespons ketegangan geopolitik ini, instrumen pasar keuangan dan komoditas dunia dilaporkan langsung bergerak volatil.
Terpantau sejak akhir pekan kemarin, indeks dolar Amerika Serikat dan harga minyak dunia mencatatkan lonjakan harga signifikan.
Ibrahim memaparkan pergerakan pasar selaras dengan prediksi yang telah dibuat sebelumnya.





















































