jpnn.com, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menyebut pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya soal inflasi pengamat menandakan pemerintah cepat baper terhadap kritik.
"Pernyataan Pak Seskab tentang inflasi pengamat tanpa fakta menunjukan arah pemerintah yang hari-hari ini, makin sensitif dengan kritik," kata Ray melalui layanan pesan, Senin (13/4).
Aktivis prodemokrasi itu menuturkan sensitivitas pemerintah terhadap pengamat menunjukkan adanya persoalan di internal rezim.
"Pemerintah yang makin sensitif menunjukan persoalan di internal, sekaligus melemahnya konsolidasi dan kepercayaan diri," ungkap Ray.
Dia menuturkan pemerintah masih berpikir cara Orde Lama untuk menguasai politik dengan membagi-bagikan kekuasaan ke pihak formal.
"Masa itu sudah lewat dan mereka gagap, bahkan untuk menghadapi pidato seorang pengamat," ujarnya.
Ray mengatakan pengamat atau apa pun istilah yang disematkan pemerintah saat ini, telah menjadi lidah rakyat menyuarakan kegelisahan.
Dia menuturkan politik nonformal dari pengamat ini yang tak bisa ditaklukkan rezim membuat pemerintah menerapkan pelabelan.





















































