jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 60 Surabaya, Jalan Kalilom Lor Indah, Kecamatan Kenjeran tetap berlangsung normal pascakejadian ambruknya plafon salah satu ruang kelas di lantai tiga gedung sekolah, Rabu (28/1).
Pihak sekolah memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh siswa yang terdampak dinyatakan dalam kondisi aman.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 60 Surabaya Irma Setiawati menjelaskan bahwa ruang kelas VII E yang plafonnya ambruk berisi sekitar 30 siswa. Seluruhnya tidak mengalami luka fisik.
"Tidak ada yang luka ya, tapi ada yang terkejut, panik, syok. Sudah ditangani oleh pihak dari 112 maupun Puskesmas tadi terus DP3A juga datang untuk memberikan penguatan ya," ujar Irma.
Menurutnya, beberapa siswa yang mengalami syok langsung mendapatkan pendampingan dari petugas Call Center 112, Puskesmas, serta DP3A Kota Surabaya untuk pemulihan psikologis.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah mengosongkan sejumlah ruang kelas lain yang berada di lantai tiga dan terhubung dengan lokasi kejadian.
"Ada 11 kelas di lantai tiga yang kami pindahkan sementara hari ini, ke laboratorium komputer, ke perpustakaan. Kelas VII B sampai VII G dan kelas VIII G," ucapnya.
Irma menambahkan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat melakukan survei dan penanganan kerusakan. Perbaikan plafon ruang kelas yang ambruk langsung dilakukan setelah kejadian.



















































