jpnn.com - JAKARTA - Uji kompetensi guru tidak tetap atau GTT serta pegawai tidak tetap (PTT) disinyalir menjadi pintu masuk honorer bodong.
Ketua Umum Aliansi R2 R3 Indonesia Faisol Mahardika mengungkapkan telah menemukan sejumlah fakta soal penyimpangan dalam uji kompetensi GTT/PTT di Provinsi Jawa Timur tersebut.
"Ada kepala sekolah tiba-tiba memasukkan anaknya sebagai honorer di sekolah, padahal tidak pernah sama sekali mengabdi di sekolah, lalu, ikut uji kompetensi dan lulus," kata Faisol kepada JPNN, Kamis (2/7).
Sejak awal Faisol sudah mengingatkan Pemprov bahwa uji kompetensi GTT/PTT di Jatim itu membuka peluang masuknya honorer-honorer bodong. Ini juga menciderai pengabdian PPPK paruh waktu yang tengah menanti kebijakan untuk diangkat PPPK sepenuhnya.
"Pemerintah pusat harus tahu bahwa meskipun ada larangan keras untuk merekrut honorer baru, faktanya masih ada pemda yang nekat membuka kesempatan tenaga non-ASN masuk," ujar Faisol.
Dengan adanya temuan ini, Aliansi R2 R3 meminta agar Pemprov memperketat persyaratan. Salah satunya dengan melihat TMT di dapodik, lalu, dicek kembali rekam input Dapodiknya.
Faisol curiga banyak oknum yang bermain berusaha memasukkan data honorer baru ke dalam Dapodik.
"Sebenarnya dasar hukumnya apa yang dijadikan pedoman untuk melakukan uji kompetensi. Jadi, uji kompetensi GTT/PTT yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim tidak bisa dipertanggungjawabkan," tutur Faisol.





















































