jateng.jpnn.com, SEMARANG - Supinah masih sulit mempercayai kenyataan yang kini harus dijalaninya hidup di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Hampir dua pekan terakhir, perempuan 60 tahun itu terpaksa menyeberangi Sungai Beringin menggunakan getek seadanya.
Sejak Jumat pekan lalu, Supinah yang tinggal di Kampung Tambaksari, RW 007, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, harus naik rakit berukuran sekitar 1x2 meter yang terbuat dari styrofoam, jeriken, bambu, papan kayu, dan triplek.
Getek tersebut menjadi satu-satunya akses setelah jembatan penghubung Kampung Tambaksari dan Kelurahan Mangunharjo di Kecamatan Tugu roboh.
Akibat kondisi itu, Supinah bersama ratusan keluarga lain yang tinggal di sisi timur Sungai Beringin kini terisolasi.
Setiap hari, dia harus menyeberang kali untuk berjualan ikan di Pasar Karang Ayu, sekitar 18 kilometer melewati Jalan Pantura sejak pagi buta.
“Ini di Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah,” ujar Supinah kepada JPNN.com sesaat sebelum menyeberang Sungai Beringin seusai pulang berdagang, Rabu (28/1).
Tak ada pilihan lain baginya selain menerima keadaan. Rasa takut selalu membayanginya setiap kali menaiki getek tanpa pengaman yang memadai.



















































