jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah resmi menerapkan bahan bakar minyak (BBM) biodiesel B50 pada awal Juli 2026.
Itu dilakukan sebagai bagian dari upaya ketahanan energi nasional.
Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lestari pun menyambut baik kehadiran biodiesel B50.
Dia mengungkapkan bahwa sejumlah pabrikan bus telah menyesuaikan spesifikasi produknya agar kompatibel dengan penggunaan B50.
“Untuk teknologi engine, khususnya beberapa pabrikan sudah menyesuaikan bus-bus mereka dengan BBM B50,” kata Kurnia Lestari Adnan kepada ANTARA, Rabu.
Meski demikian, kata dia, implementasi B50 memerlukan perhatian lebih dalam aspek perawatan kendaraan.
Salah satunya ialah peningkatan frekuensi penggantian filter bahan bakar.
Menurut dia, penggantian filter yang biasanya dilakukan setiap 15.000 hingga 20.000 kilometer kini perlu dilakukan lebih cepat.





















































