jateng.jpnn.com, BANJARNEGARA - Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kesulitan mendapatkan air bersih membuat pemerintah daerah harus turun tangan dengan menyalurkan bantuan ke desa-desa yang terdampak.
Hingga Rabu (1/7), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mencatat sudah ada lima desa yang menerima distribusi air bersih. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mulai mengalami krisis pasokan air.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan desa yang telah menerima bantuan meliputi Desa Gemuruh dan Desa Serang di Kecamatan Bawang, Desa Somawangi di Kecamatan Mandiraja, Desa Duren di Kecamatan Pagedongan, serta Desa Kasilib di Kecamatan Wanadadi.
Menurut Aji, Desa Duren dan Kasilib termasuk wilayah yang hampir setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan saat musim kemarau tiba.
"Per hari ini sudah ada lima desa yang mendapat penyaluran air bersih. Untuk Desa Duren dan Kasilib memang merupakan wilayah yang hampir setiap tahun terdampak kekeringan," katanya.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Desa Gemuruh dan Desa Serang. Warga di dua desa tersebut mengalami gangguan pasokan air bersih setelah debit sumber air menurun akibat jebolnya tanggul saluran irigasi Siwuluh beberapa waktu lalu.
BPBD memperkirakan jumlah wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih masih dapat bertambah dalam beberapa pekan ke depan. Karena itu, pemantauan terus dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Aji mengaku telah menginstruksikan seluruh personel BPBD, relawan, serta aparat wilayah untuk segera melaporkan apabila ditemukan daerah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.


















































