jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkap kekurangan murid baru di Sekolah Dasar (SD) negeri disebabkan karena fasilitasnya kalah saing dengan sekolah swasta.
Itu terbukti setelah dibuka pendaftaran gelombang kedua, tetapi tidak ada penambahan murid baru secara signifikan. Bahkan, saat daftar ulang, hanya sedikit yang melakukannya.
“Iya, kan tahun lalu juga Kota Semarang selalu begitu. Ini menurut kepala dinas (pendidikan, red) saya, kalau dilihat-lihat SD kami itu memang kurang menarik,” kata Agustina kepada JPNN.com, Senin (13/7).
Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Agustina berencana meningkatkan kualitas fasilitas SD negeri agar lebih modern dan mampu bersaing dengan sekolah swasta.
“Maka ini kepala dinas saya mengajukan untuk SD negerinya dibuat sedemikian rupa supaya lebih bagus dan canggih seperti SD-SD swasta,” ujarnya.
Agustina menjelaskan selama ini pembangunan fasilitas pendidikan lebih banyak difokuskan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Akibatnya, kondisi sarana dan prasarana di banyak SD negeri masih tertinggal.
“Kalau yang saya tanya, lah kok SMP tidak? Rupanya selama ini titik pembangunannya ada di SMP. Kalau SMP-nya bagus-bagus. SD-nya memang ya masih ketinggalan zaman semua,” tuturnya.
Menurutnya, jumlah anak usia SD di Kota Semarang sebenarnya masih mencukupi.


















































