bali.jpnn.com, DENPASAR - Perselisihan antarpemuda seusai menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 kembali pecah di Bali.
Perselisihan antar-pemuda itu terjadi di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (12/7) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.40 WITA, dipicu kesalahpahaman akibat perbedaan pendapat saat pertandingan sepak bola yang melibatkan beberapa pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perselisihan itu sempat memicu adu argumentasi.
Menerima informasi tersebut, personel Polsek Denpasar Timur (Dentim) segera mendatangi lokasi, mengamankan situasi, serta memfasilitasi mediasi di Pos Polisi Renon.
Melalui musyawarah secara kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara damai dan saling memaafkan.
Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana mengatakan nyelesaian melalui mediasi merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengedepankan penyelesaian masalah secara humanis guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat akan kami tangani secara profesional dengan mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan pendekatan yang humanis.


















































