jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di jenjang SD dan SMP ramah anak dan bebas dari bullying. Kegiatan MPLS berlangsung selama satu minggu yang dimilai serentak, Senin (13/7).
Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati menegaskan MPLS tahun ini difokuskan sebagai ruang pengenalan sekolah yang menyenangkan dan memunculkan kreativitas siswa.
"Hari ini adalah hari MPLS pertama untuk semua SD dan SMP. Kami mendeklarasikan MPLS yang ramah. Jadi, tidak ada lagi istilah perploncoan atau kekerasan fisik yang sering dikhawatirkan," ujar Febri saat melakukan peninjauan di SMPN 19 Surabaya.
Febri menjelaskan bahwa indikator keberhasilan MPLS tahun ini sangat sederhana, yaitu ketika siswa tidak merasa terbebani dan tidak ada kekerasan fisik sekecil apa pun. Untuk memastikan hal tersebut, Dispendik Surabaya menerjunkan tim untuk melakukan supervisi dan monitoring secara bergiliran ke sekolah-sekolah.
“Jadi, semua tim dari Dispendik akan secara bergiliran melihat dan memantau pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah. Ini untuk menjamin bahwa kegiatan yang dilakukan bersifat ramah anak dan menyenangkan,” jelasnya.
Terkait aduan masyarakat, Dispendik membuka lebar pintu pelaporan, baik melalui posko pengaduan di kantor dinas maupun memanfaatkan hotline resmi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Febri menegaskan bahwa sistem pengawasan tidak hanya dilakukan secara lokal, tetapi seluruh rangkaian kegiatan MPLS di Surabaya tahun ini terintegrasi langsung dengan sistem kementerian.
"Monitoring kami langsung dari kementerian. Ada sistem yang bisa diakses oleh orang tua, kepala sekolah juga wajib memberikan laporan di situ, dan kami di dinas bisa memantau semuanya secara langsung. Jadi, orang tua tidak perlu deg-degan atau khawatir lagi," kata dia.


















































