jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Pedagang seragam sekolah di sejumlah pasar tradisional di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menikmati peningkatan omzet penjualan lebih dari 50 persen menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Lonjakan permintaan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir bahkan menyebabkan stok sejumlah ukuran seragam mulai menipis.
Salah seorang pedagang seragam di Pasar Baru Cikarang, Seprianto, mengatakan peningkatan penjualan mulai terasa sejak sekitar satu bulan terakhir dan mencapai puncaknya dalam sepekan terakhir menjelang hari pertama masuk sekolah.
"Omzet meningkat hingga lebih dari 50 persen, terutama sejak minggu lalu atau menjelang masuk sekolah," ujar Seprianto di Cikarang, Senin (13/7).
Ia menjelaskan, seragam untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) menjadi produk yang paling banyak dicari oleh masyarakat.
Tingginya permintaan membuat sejumlah ukuran seragam telah habis terjual.
Menurut Seprianto, penjualan pada musim tahun ajaran baru kali ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
"Sekarang yang paling banyak dicari seragam untuk siswa baru SD, SMP, dan SMA. Banyak ukuran yang sudah kosong karena permintaannya tinggi," katanya.


















































