jpnn.com - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga guru PNS dan PPPK terutama sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan dan jauh dari pusat pemerintahan.
Berdasarkan pendataan sementara, Bangka Selatan membutuhkan puluhan tenaga guru di berbagai sekolah.
"Jumlah itu diperkirakan masih bertambah karena pemerintah daerah belum memasukkan proyeksi guru yang akan memasuki masa pensiun pada tahun berikutnya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, di sela-sela Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 2, Senin (13/7).
Dia menyebutkan, keterbatasan anggaran serta pembatasan rekrutmen pegawai membuat pemerintah daerah harus mencari skema lain untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.
Salah satu solusi yang disiapkan adalah melibatkan mahasiswa Universitas Terbuka sebagai pendamping pembelajaran di sekolah-sekolah yang kekurangan guru.
“Kebutuhan guru yang saat ini mendesak berdasarkan data kami sekitar 85 orang. Belum lagi dihitung proyeksi guru yang akan pensiun tahun depan,” ungkapnya.
Menurut Anshori, skema tersebut bukan untuk menggantikan posisi guru tetap.
Mahasiswa yang masih menjalani pendidikan akan diarahkan menjadi pendamping bagi sekolah yang belum memiliki tenaga pengajar dalam jumlah memadai.





















































