jatim.jpnn.com, SURABAYA - Tren perhiasan emas berkadar tinggi menjadi daya tarik utama dalam gelaran Pesta Kilau Emas seri kedua yang digelar di Atrium Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya. Dibandingkan lokasi sebelumnya, mayoritas pelanggan di PTC justru lebih banyak memburu perhiasan dengan kadar emas 16 hingga 17 karat serta desain yang lebih elegan dan berkelas.
Management Representative Wahyu Redjo Diana Kusuma Atmaja, mengatakan Pesta Kilau Emas di PTC berlangsung pada 8-12 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian roadshow yang digelar bersama Pak Pabrik, Ayugold, BG Gold, HWT Gold, dan IT Gold.
“Ini merupakan titik kedua. Setelah PTC, kami akan melanjutkan rangkaian di Sun Mall Mojokerto, kemudian puncaknya di Malang Olympic Garden (MOG),” ujar Diana, Minggu (12/7).
Menurutnya, tren pembelian emas di setiap daerah memiliki karakteristik berbeda. Di PTC, pelanggan cenderung memilih emas dengan kadar lebih tinggi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Royal Plaza.
“Kalau di Royal Plaza yang paling diminati kadar 8 sampai 16, sedangkan di PTC, pelanggan lebih banyak mencari kadar tua, yakni 16 sampai 17. Setiap lokasi memang memiliki preferensi yang berbeda,” katanya.
Tak hanya kadar emas, desain perhiasan juga menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian. Diana menyebut pelanggan PTC lebih menyukai model yang simpel, elegan, dan minim hiasan batu.
“Kalau segmen seperti di Royal Plaza atau daerah luar Surabaya, misalnya Mojokerto atau Madura, mereka lebih menyukai desain yang terlihat glamor dengan banyak mata. Sementara pelanggan di PTC justru lebih memilih model yang branded, minimalis, bahkan tanpa mata sama sekali,” jelasnya.
Perbedaan tersebut, lanjut Diana, dipengaruhi oleh karakter konsumen di masing-masing wilayah. Menurutnya, mayoritas pengunjung PTC berasal dari segmen middle-up yang memiliki selera mengikuti tren global.


















































