jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pengusaha asal Madura sekaligus pemilik Bani Insan Peduli (BIP) Ali Zainal Abidin membantah kabar pembatalan bantuan sosial senilai Rp2 miliar yang sempat dijanjikan akan diberikan kepada Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo. Pernyataan itu disampaikan Ali menanggapi sebuah video yang diunggah oleh Arif Camra selaku pengelola Griya Yatim Sidoarjo.
Video yang diunggah, Sabtu (11/7) itu diberikan narasi terkait penjelasan kepada kakek dan nenek tentang batalnya bantuan BIP. Video itu disaksikan 61 ribu netizen dan 1.900 komentar. Dikonfirmasi di Kota Surabaya, Minggu sore (12/7), Ali Zainal Abidin menegaskan tidak pernah membatalkan atau meminta kembali bantuan yang telah diberikan.
Dia menjelaskan kejadian berawal dari kunjungan ke Griya Lansia Malang, pada Mei 2026. Saat berkunjung ke Griya Lansia Malang dengan niat awal berbagi kesejahteraan lansia, ia mengaku disodorkan map proposal, oleh Ketua Yayasan Griya Lansia sekaligus Pengasuh Griya Yatim Arief Camra.
“Proposal pembangunan Masjid Griya Lansia kebutuhan sekitar Rp400 juta, dan Griya Yatim Sidoarjo kebutuhan sekitar Rp900 juta. BIP berkomitmen mendukung dengan total Rp2 miliar rupiah,” ungkap Ali.
Bantuan itu diberikan berupa Rp400 juta untuk Masjid Griya Lansia, Rp1 miliar untuk Griya Yatim Sidoarjo, dan Rp500 juta dikembalikan ke fokus utama BIP yaitu kesejahteraan lansia.
“Sebagai tahap awal, keesokan harinya kami langsung mentransfer dana stimulan sebesar Rp250 juta untuk Griya Yatim Sidoarjo,” jelasnya.
Namun, selang beberapa hari kemudian, pihaknya mendadak dihubungi oleh Ketua Yayasan Arief Camra dengan niat untuk meminta nomor rekening.
“Saat itu, tim BIP sedang dalam perjalanan membawa bantuan dua truk logistik ke Malang, Pak Arif secara mendadak meminta nomor rekening yayasan kami,” tuturnya.


















































