Pesan Waketum MUI Anwar Abbas: Takut pada Allah Bukan Prabowo

1 day ago 17

 Takut pada Allah Bukan Prabowo

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketum MUI Anwar Abbas. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menyampaikan pesan tegas kepada para pejabat agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjauhi praktik korupsi. Ia menekankan bahwa komitmen pemerintah saat ini untuk memberantas korupsi harus didukung, terutama jika dilihat dari perspektif agama dan pertanggungjawaban di akhirat.

"Sebagai orang yang beragama kita yakin hidup ini tidak hanya akan berhenti dan berakhir di dunia ini saja tapi akan berlanjut ke hari akhir yaitu hari dimana kita harus mempertanggung jawabkan amanah yang sudah dipercayakan kepada kita," ujar Anwar Abbas dalam pernyataannya, Senin.

Anwar Abbas mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijaga, bukan kesempatan untuk memperkaya diri. Ia meminta para pejabat berhati-hati agar tidak tergoda oleh dunia dan terjerumus ke dalam praktik korupsi serta perbuatan tercela lainnya karena dampaknya sangat besar di hari akhir. "Jangan sampai dalam melaksanakan tugas karena tergoda oleh dunia, lalu melakukan praktek korupsi dan hal-hal yang tidak terpuji lainnya. Sebab dampaknya terhadap diri kita nanti di hari akhir sangat besar," tegasnya.

Untuk memperkuat pesannya, Anwar Abbas mengutip sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW. Pertama, hadis riwayat Muslim yang menyatakan ancaman serius bagi pemimpin yang menipu rakyatnya. "Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah akan mengharamkan surga atasnya. Ini artinya dia akan dimasukkan oleh Allah swt ke dalam api neraka," kutipnya.

Kedua, ia mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang larangan mengambil hak orang lain. "Barangsiapa yang mengambil hak orang lain walau hanya sejengkal tanah, maka akan dikalungkan rantai ke lehernya (pada hari kiamat nanti) seberat tujuh lapis bumi," ujarnya mengingatkan.

Menurut Anwar Abbas, konsekuensi di akhirat sangat berat dan tidak ada seorang pun yang sanggup menahan siksa neraka. Ia bahkan menyebutkan bahwa siksaan paling ringan bagi penghuni neraka adalah memakai sandal api yang dapat mendidihkan otak, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.

"Hal ini tentu tidak kita inginkan. Untuk itu agar hal-hal tersebut tidak menimpa kita nanti maka laksanakanlah amanah yang ada dengan baik dan janganlah kita melakukan praktek korupsi atau mengambil dan memakan sesuatu yang bukan hak kita," pesannya.

Lebih lanjut, Anwar Abbas menekankan agar motivasi menjaga diri dari perbuatan tercela bukan karena takut kepada pemimpin, melainkan karena takut kepada Allah SWT. Dengan cara itu, tindakan baik akan bernilai pahala dan menyelamatkan di hari akhir.

Waketum MUI Anwar Abbas menegaskan bahwa motivasi menjauhi korupsi harus karena takut pada Allah, bukan karena takut pada pemimpin.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |