jpnn.com, BANDUNG - Perubahan sikap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancamulya 02, Sopyan Fathurohman, mulai dirasakan rekan-rekan kerjanya sekitar tiga bulan, sebelum ditemukan meninggal dunia di King's Shoping Centre, Kota Bandung, pada Minggu (12/7/2026).
Sopyan disebut menjadi lebih pendiam, sulit diajak berkomunikasi, hingga akhirnya sempat kehilangan kontak dengan rekan kerjanya selama dua pekan.
Mitra SPPG Rancamulya 02 Kabupaten Bandung, Fazri mengatakan rekan-rekannya di SPPG terkejut dengan kabar meninggalnya Sopyan.
"Saya mendengar kabar langsung dari pihak keluarganya, bukan dari medsos. Justru sebelum kejadian saya coba komunikasi cari-cari ke mana Pak Sopyan, ke saudaranya ditanya, ke kakak iparnya, ke keluarganya," kata Fazri saat ditemui di SPPG Rancamulya, Senin (13/7).
Fazri menuturkan, dirinya sempat berusaha menghubungi Sopyan, membahas perihal operasional dapur SPPG yang akan kembali memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat kegiatan belajar mengajar di sekolah yang sudah dimulai.
Namun, usahanya tidak membuahkan hasil dan justru mendapatkan kabar mengejutkan.
"HP nya sudah enggak aktif dua minggu ke belakang. Saya menanyakan perihal tentang dapur gimana ini mau jalan lagi apa enggak setelah libur," ucapnya.
"Tapi enggak ada jawaban sama sekali, jadi intinya saya juga lost contact gitu. Selama libur enggak ada komunikasi sama sekali. Nah, pas kemarin terjadi kejadian kaya gitu syok aja, kenapa bisa seperti itu, padahal di dapur enggak ada masalah," lanjutnya.





















































