TikTok Bantu Pengguna Mengenali dan Memahami Konten Buatan AI

4 hours ago 12

Ilustrasi TikTok kembangkan influencer AI. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat mengubah cara orang mengekspresikan kreativitas, menemukan minat baru, dan merasa aman, jika digunakan secara transparan dan bertanggung jawab.

Karena itu, TikTok terus memperkuat berbagai alat, kemitraan, dan perlindungan yang membantu komunitas mengenali, membentuk, dan memahami pengalaman mereka terhadap konten yang dibuat oleh AI.

Hari ini, TikTok memperkenalkan cara-cara baru untuk mewujudkan hal tersebut, di antaranya memperluas upaya literasi AI dengan materi edukasi baru dan investasi berkelanjutan untuk kemitraan dengan para ahli tepercaya.

Kemudian menguji peningkatan sistem deteksi untuk menargetkan akun-akun yang mengunggah konten spam berbasis AI yang membuat karya autentik dari kreator tersisihkan, serta memperkuat teknologi dan kemitraan transparansi AI dengan bergabung sebagai Dewan Pembina di Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA).

"Seperti yang ditegaskan oleh para pakar, edukasi berperan penting dalam membantu masyarakat mengontrol pengalaman mereka dengan AI. Oleh karena itu, kami terus bekerja sama dengan mitra industri seperti NAMLE dan Henry Ajder untuk menyusun panduan baru yang membantu komunitas TikTok menggunakan alat AI secara bertanggung jawab. Kami juga meluncurkan hub baru di dalam aplikasi, di mana pengguna dapat mempelajari keterampilan praktis untuk mengenali konten buatan AI saat mereka mencari istilah terkait AI," kata Tom Varghese, AI Lead, Global Public Policy TikTok.

Dia menyatakan TikTok juga terus berinvestasi untuk menghubungkan para ahli tepercaya dengan komunitas, termasuk membantu organisasi, seperti NoFiltr dan Raspberry Pi Foundation mendorong literasi AI melalui konten TikTok.

Sejak diluncurkan pada November 2025, program ini telah membantu berbagai organisasi ahli meraih lebih dari 200 juta tayangan melalui konten yang membantu masyarakat memahami dan menggunakan AI secara bertanggung jawab. Hingga saat ini, TikTok telah mengalokasikan lebih dari 4 juta dollar AS dan akan terus berinvestasi dalam program ini untuk memperluas jangkauan serta dampaknya.

“Kami percaya bahwa setiap orang perlu memahami konteks, merasa percaya diri, dan memiliki kendali atas pengalaman mereka dengan AI di TikTok. Kami terus berinvestasi dalam teknologi, kemitraan, dan materi edukasi yang membantu masyarakat mengenali konten buatan AI, memahami bagaimana konten tersebut dibuat, serta menggunakan berbagai alat ini secara kreatif dan bertanggung jawab,” terang Tom Varghese.

TikTok terus memperkuat berbagai alat, kemitraan, dan perlindungan terhadap konten yang dibuat oleh AI.

Read Entire Article
| | | |