jpnn.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengevaluasi usulan kuota bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi jenis solar tahun 2026 yang melonjak drastis menjadi 2.805.923,58 kiloliter (KL).
Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibanding usulan tahun sebelumnya sekitar 1,1 juta KL.
Lonjakan tersebut mencuat dalam rapat koordinasi lintas sektor setelah ditemukan usulan kuota dari Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mencapai 1.620.624 KL, jauh di atas realisasi penyaluran yang hanya sekitar 8.530 KL.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi menegaskan, stok solat bersubsidi di Sumsel masih aman dan sesuai alokasi yang ditetapkan oleh BPH Migas.
"Pasokan BBM solar bersubsidi masih aman dan mencukupi sesuai kuota di SPBU di Sumsel serta data dari BPH Migas," tegas Rusminto, Senin (13/7/2026).
Menurut Rusminto, penambahan kuota bukan solusi utama untuk mengatasi antrean kendaraan di SPBU, kata dia lebih penting adalah memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
"Karena itu, Pertamina akan meningkatkan pengawasan bersama pemerintah daerah dan kepolisian dengan melakukan pengecekan langsung ke SPBU yang kerap mengalami antrean panjang," ujar Rusminto.
Pertamina juga terus menerapkan sistem digital melalui pemindahan barcode dalam setiap transaksi solar subsidi. Data kendaraan dan nomor polisi untuk mencegah penyalahgunaan subsidi.





















































